PARAPAT, SIMALUNGUN – Kondisi bangunan dan kawasan wisata Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan setelah Ketua Umum komite anti korupsi indonesia ( KAKI), Ganda Sirait, S.H., M.H., pada hari Kamis , Tanggal 22 Oktober 2026, telah melakukan investigasi lapangan dan menyoroti pentingnya pemeliharaan serta perawatan fasilitas wisata yang menjadi salah satu daya tarik kawasan Danau Toba tersebut.
Dalam investigasi lapangan itu, Ganda Sirait , SH, MH, menekankan bahwa : Pentingnya Pengelolaan Destinasi Wisata ( Parapat, Danau Toba : adalah termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional/ KSPN ) tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi juga harus disertai pemeliharaan Dan Perawatan secara berkelanjutan. Bangunan dan fasilitas umum yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah ( APBN ) harus dijaga agar tetap berfungsi, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Diminta Pemda Kabupaten Simalungun dapat meneruskan Menjaga Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan dan Lokasi disekitar Pantai Bebas Parapat.

(Foto Banyaknya tumpukan Sampah Di pantai Bebas Parapat, Danau Toba).
Menurutnya, apabila fasilitas wisata dibiarkan mengalami kerusakan atau tidak terawat, kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan pengunjung atau Wisatawan Domestik ataupun Wisatawan Internasional, serta merusak citra pariwisata daerah, serta menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan aset milik pemerintah.
Ganda Sirait , SH, MH meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun dan instansi terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi bangunan serta fasilitas di kawasan Pantai Bebas Parapat. Pemerintah daerah perlu memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, serta pengawasan kawasan wisata tersebut. Apakah ada Pemdakab Simalungun menyediakan anggaran untuk biaya perawatan dan Pemeliharaan Kawasan Pantai Bebas Parapat?…
Ganda Sirait menilai, fasilitas publik yang dibangun untuk kepentingan masyarakat seharusnya tidak dibiarkan terbengkalai atau kehilangan fungsi akibat kurangnya perawatan. Pengelolaan yang baik harus diwujudkan melalui pemeriksaan rutin, perbaikan fasilitas yang rusak, kebersihan kawasan, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan.

(Foto : Fasilitas Bangunan yang berlumut, Rusak, Bau, serta Ditumbuhi Pohon beringin)
Ketua Umum KAKI tersebut juga mendorong dilakukannya evaluasi terhadap pengelolaan kawasan wisata Pantai Bebas Parapat, termasuk penelusuran mengenai status aset, instansi penanggung jawab, serta program dan anggaran pemeliharaan yang telah dialokasikan.
Apabila ditemukan indikasi kelalaian dalam pemeliharaan atau penggunaan anggaran yang tidak sesuai ketentuan, Ganda Sirait , SH, MH, menilai persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan berdasarkan bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.
Menurutnya, pengawasan terhadap fasilitas publik merupakan bagian dari upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Pantai Bebas Parapat, Danau Toba, merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata karena berada di kawasan Danau Toba. Oleh sebab itu, pemeliharaan bangunan dan fasilitasnya perlu menjadi perhatian agar kawasan tersebut tetap menarik bagi wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, seperti Usaha UMKM.
Ganda Sirait berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan kondisi fasilitas wisata yang telah dibangun, melainkan segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah perbaikan apabila ditemukan kerusakan atau kekurangan dalam pemeliharaannya.

(Foto : Ketua Umum DPP LSM KAKI, Ganda Sirait, SH, MH, Menyoroti Pemdakab Simalungun, kurang memberi perhatian terhadap KSPN Pantai Bebas Parapat).
Ia juga mendorong agar pengelolaan kawasan wisata dilakukan secara profesional dan terbuka, sehingga masyarakat dapat mengetahui bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap aset publik.
Untuk menjamin pemberitaan yang berimbang, Pemerintah Kabupaten Simalungun dan instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan Pantai Bebas Parapat perlu diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan mengenai kondisi fasilitas, tanggung jawab pemeliharaan, serta langkah perbaikan yang telah atau akan dilakukan.
Hasil investigasi lapangan ini diharapkan menjadi Bahan Evaluasi bagi pihak terkait agar pengelolaan Pantai Bebas Parapat, Danau Toba, semakin baik, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
( Redaksi )
